Man1magetan.sch.id – Senin, 27 Oktober 2025 menjadi hari yang sangat membanggakan bagi MAN 1 Magetan. Tim Riset MAN 1 Magetan berhasil menorehkan prestasi yang memuaskan dengan meraih predikat terbaik 1 pada ajang bergengsi tingkat Kabupaten Magetan, yaitu lomba “Inovasi dan Teknologi Award” atau INOTEK Award. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan kecintaan pada budaya dapat dikolaborasikan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi secara harmonis.
Tim ini terdiri dari empat siswa, yaitu Dewo Bilal Nofiyan, Hanisa Zahwa Zalianti, Ranita Tegar Setiyani, dan Haniena Eka Mahilda, dengan guru pembimbing Grafik Akbar Muttaqin, S.Mat. Mereka mengusung judul inovasi “Integrasi Geometri Fraktal Dalam Inovasi Desain Batik Pring Sedapur Magetan” yang memadukan tiga unsur penting, yakni budaya, matematika, dan teknologi. Melalui karya ini, mereka berhasil mencuri perhatian para dewan juri dan mengungguli peserta lain dalam kompetisi tersebut.
Inovasi yang dikembangkan tim ini berangkat dari keprihatinan terhadap tantangan regenerasi pengrajin batik Pring Sedapur di Magetan. Dengan memanfaatkan pendekatan yang dekat dengan dunia generasi muda, mereka menghadirkan konsep pembelajaran dan pelestarian batik melalui teknologi. Cara kerja inovasi ini cukup sederhana namun sarat unsur ilmiah. Mereka memasukkan berbagai persamaan geometri, seperti persamaan linier, elips, lingkaran, dan transformasi geometri dasar ke dalam aplikasi GeoGebra. Dari proses tersebut, terciptalah motif-motif baru batik Pring Sedapur yang tetap berakar pada pakem tradisional namun dikemas dengan sentuhan modern.
Setelah desain dasar berhasil dibangun melalui GeoGebra, tahap berikutnya adalah pengolahan desain menggunakan aplikasi pengolah gambar seperti CorelDRAW. Pada tahap ini, dilakukan proses pewarnaan, penyesuaian komposisi, serta penguatan elemen visual agar motif batik tampak lebih hidup dan menarik. Sebagai sentuhan akhir, desain kemudian dicetak menggunakan metode printing kain sehingga menghasilkan karya batik yang siap dikembangkan dalam berbagai produk fashion maupun kerajinan. Proses ini tidak hanya menunjukkan kecanggihan teknologi, tetapi juga membuka peluang baru dalam produksi batik yang lebih efisien dan variatif.
Melalui inovasi ini, diharapkan generasi muda semakin tertarik untuk mengenal dan mencintai batik Pring Sedapur. Dengan pendekatan berbasis aplikasi dan desain digital, pembelajaran mengenai batik tidak lagi dianggap kuno, melainkan justru menjadi sesuatu yang kreatif, menyenangkan, dan relevan dengan perkembangan zaman. Motif-motif yang dihasilkan tetap menjaga ciri khas batik Pring Sedapur Kabupaten Magetan, namun dengan variasi bentuk dan pola yang lebih segar sehingga berpotensi memperluas pasar ke tingkat nasional bahkan internasional.
Keberhasilan Tim Riset MAN 1 Magetan dalam INOTEK Award 2025 ini menjadi inspirasi bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui sinergi antara alam, budaya, dan ilmu, mereka membuktikan bahwa karya inovatif tidak harus meninggalkan jati diri lokal. Seperti semboyan yang mereka pegang teguh, “Dari alam kita belajar, dari budaya kita hidup, dan dari ilmu kita berkembang.”
